http://wa.orderlink.in/no/6281233624910 google-site-verification: google8364458401152858.html
  • Kontak Kami
  • Hotline : 081233624910
  • SMS : 081233624910
  • BBM : D93F38C8

Kontak Kami

Selamat berbelanja, Shopper!

Buka jam 24 Jam Non Stop
Open Pree Order Panen 2019 Harga Special dan Bebas Memilih Proses yang Diinginkan Minum Order 200 kg Slot Terbatas ya.... Segera hubungi kontak admin kami di 081233624910
Beranda » Artikel Terbaru » Specialty Coffee

Specialty Coffee

Diposting pada 5 May 2017 oleh admin

Istilah specialty coffee pertamakali di perkenalkan oleh Erna knutsen pada tahun 1980. Kopi specialty merupakan kopi dengan kualitas terbaik, diproses dengan pascapanen yang benar, memiliki indikasi geografis lokasi penanaman, kadar air biji tidak lebih dari 12% dan dibudidayakan dengan konsep keberlanjutan (Donnet, 2007). Selain itu, kopi baru bisa dikatagorikan specialty jika memenuhi standar kriteria asosiasi kopi dunia (SCAA, SCAE). Kualitas specialty coffee tidak hanya terbatas pada kualitas on farm, namun juga pada proses hilirisasinya. Selain diproses dengan pascapanen yang benar, kopi specialty juga harus disangrai (roasting) dengan parameter standar yang tepat sehingga menghasilkan kompleksitas dan profil unggul secara ukuran dan citarasa. Penentuan kriteria specialty dapat dilihat dari hasil cupping score yang dilakukan oleh Q-grader / taster bersertifikat internasional. Specialty coffee harus memiliki cupping score diatas 80 dengan rentang penilaian 60-100 (AEKI, 2014).

Banyaknya coffee shop yang bermunculan menjadikan demand domestik specialty coffee terus tumbuh dalam dekade 5 tahun terakhir (AEKI, 2016). Tren mengkonsumsi kopi masyarakat perkotaan mulai bergeser pada arah kualitas dan cara penyeduhan kopi yang unik seperti manual brewing. Konsumen mulai memperhatikan citarasa dan cerita dari kopi yang mereka minum, misalnya asal penanaman, varietas, dan petani yang membudidayakan. Perkembangan pasar specialty coffee tidak lepas dari tumbuhnya lembaga-lembaga asosiasi yang ikut tumbuh untuk mengenalkan specialty coffee seperti SCAI (Specialty Coffee Association of Indonesia) dan AEKI (Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia). Specialty coffee dengan segala keunikannya tumbuh menjadi niche market dengan segmen spesifik. Harga yang berkembang tidak lagi ditentukan oleh supply dan demand, melainkan ditentukan oleh kualitas dan keunikan citarasa yang dihasilkan

Pasar specialty coffee di Indonesia memiliki trand yang cukup baik. Perkembangan pasar specialty domestik terus tumbuh sejak tahun 2008 ditandai dengan maraknya coffee shop di daerah perkotaan dan mulai banyaknya bermunculan produsen specialty coffee dari berbagai daerah dataran tinggi di Indonesia. Konsumen spesialy coffee tumbuh sebesar 6%-8% per kapita per tahun (AEKI, 2014). Namun harga premium yang ada pada produk specialty coffee belum banyak memberikan penambahan nilai terutama di sektor hulu. Nilai tambah lebih banyak dinikmati oleh pelaku hilir seperti kolektor dan retailer. Saluran pemasaran yang terlalu panjang menjadikan value added yang didapat di tingkat on farm masih sedikit.

 Keterbatasan informasi dan akses pasar menjadi kendala para produsen kopi di tingkat petani yang biasanya berada di daerah terpencil. Direct selling atau short supply chain merupakan solusi untuk meningkatkan nilai tambah di semua lini rantai pasok specialty coffee (Samoggia 2010). Dengan menerapkan short supply chain diharapkan dapat memutus mata rantai nilai specialty coffee yang panjang sehingga dapat meningkatkan pendapatan. Dengan demikian maka value share merata disepanjang mata rantai pasok sehingga terjadi peningkatan taraf ekonomi terutama bagi masyarakat pedesaan. Kendati demikian, sampai saat ini belum ada model direct selling yang tepat untuk produk Specialty coffee. Preferensi konsumen yang mengharapkan jaminan kualitas dan keberlanjutan stok seringkali tidak dapat terpenuhi oleh petani karena keterbatasan pengetahuan, akses pasar, kapasitas produksi dan rendahnya nilai tambah yang didapatkan petani.

Daftar Pustaka

Donnet, M.Laura. (2007). Essay on spesialty coffee procurement (disertsi). Michigan (US): Michigan State University

Irfan-Anwar. 2014. Indonesi Coffee Market. AEKI Conferens. Bali

Sambogia A. Et al. 2010. Short Supply Chain: Analisis of the Competitiveness of Organic Horticultural Farmers At Italian Regional Level. EAAE. Slovenia.

Bagikan informasi tentang Specialty Coffee kepada teman atau kerabat Anda.

Specialty Coffee | Argopuro Coffee

Belum ada komentar untuk Specialty Coffee

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Popular!
Rp 110.000
Ready Stock
Limited Edition
Rp 130.000
Ready Stock
SIDEBAR